Gatot instan

PROPOSAL USAHA MAKANAN TRADISIONAL “GATOT  instan
Image
I. Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan berbagai kuliner makanan dari Sabang sampai Merauke. Makanan yang disuguhkan dari berbagai daerah mempunyai rasa, ciri yang khas, terkadang makanan tersebut mempunyai suatu kemiripan tersendiri. Nama masakan dari berbagai daerah berbeda, tetapi ada yang mempunyai kesamaan bahan.
        Makanan yang dimasak yang menjadi ciri khas daerah biasa dikenal dengan makanan tradisional. Makanan tradisional yang dikenal di daerah tertentu diolah dengan cara sendiri, mudah, murah, alatnya pun bisa dikatakan sangat sederhana. Bahan baku dari makanan tradisional yang diolah sendiri didapat dari daerah sekitar misalnya, singkong, ubi ungu, sorgum, jagung, beras ketan, dan masih banyak lagi. Resep makanannya pun diolah dengan resep khas daerah masing – masing. Makanan tradisional yang menjadi andalan daerahnya masing – masing ini mempunyai nama masakan yang lucu, bisa dikatakan aneh jika orang baru mendengarnya. Dari keanehan dan kelucuan nama masakan tersebut, orang menjadi penasaran untuk mencicipi makanan tersebut.
Makanan tradisonal yang bernuansa sederhana biasanya dimakan sebagai makanan pokok. Beberapa makanan tradisional hanya menjadi ciri khas saja. Tidak diragukan bila makanan tradisional ini juga mengandung gizi didalamnya. Sekarang ini, di era modernisasi makanan tradisional bisa dikatakan telah tersingkirkan oleh makanan gaya sekarang. Misalnya, burger, spaghetti, fried chicken, dan masih banyak lagi.
Masyarakat kadang berpendapat bahwa makanan tradisional tidak ada gizinya. Makanan tradisonal tidak menarik, hanya sebagai makanan khas saja. Padahal, semua makanan itu mengandung gizi tetapi tidak semua zat – zat gizi bisa terpenuhi dalam makanan tersebut.
2. DASAR PEMIKIRAN
     Gatot merupakan makanan tradisional khas Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebutan gatot, nampaknya sangat lucu jika orang lain baru saja mendengar. Gatot terbuat dari singkong. Singkong direbus kemudian dijemur, tidak sampai benar – benar kering. Namun, ada saja yang membiarkan singkong tersebut berubah warna sampai kehitaman. Singkong yang berubah menjadi kehitaman tersebut, dibersihkan. Lalu dicampurkan dengan kelapa parut dan ditambahkan dengan gula jawa. Kemudian dikukus sampai matang. Seperti itulah uraian singkat tentang pembuatan gatot.
Sebagian besar masyarakat di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta, mengkonsumsi gatot sebagai makanan pokok. Daerah yang notabenenya di daerah gunung, sehingga beras pun sangat mahal dan bias dikatakan sulit dijangkau, penduduk disana menggunakan singkong yang kemudian diolah menjadi gatot. Pengolahan gatot tersebut tak lepas dari fermentasi singkong sehingga berwarna kehitaman.
Makanan olahan singkong yang menjadi ciri khas di daerah Gunung Kidul ini tidak hanya digemari oleh masyarakat local saja, namun turis mancanegara pun tertarik untuk mencicipi gatot. Makanan tradisional ini mampu menarik para wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta, khususnya Gunung Kidul.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, dengan perkembangan berbagai teknologi industri maupun kedokteran yang telah mengalami kemajuan, ternyata gatot sebagai salah satu peninggalan kuliner dari masa ke masa dan maha karya tradisional nusantara masih bisa bertahan dalam keterhimpitan makanan – makanan yang lebih menarik hati dan selera masyarakat sekarang. Ditambah lagi dengan realita yang ada di kehidupan saat ini, terutama para remaja dan dewasa mulai agak mengesampingkan makanan tradisional terutama gatot.
Kita sebagai masyarakat yang dapat menghargai makanan yang dibuat dari warisan leluhur, dengan menlestarikan makanan tradisional khususnya gatot yang semakin lama semakin meredup di kuliner nusantara ini. Dari hal yang paling kecil misalnya, menjadikannya sebagai makanan camilan yang sehat, kaya akan serat. Dengan cara seperti ini saja dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap gatot sebagai eksistensi makanan tradisional.
Gatot merupakan makanan yang diketahui mempunyai kandungan asam amino tinggi. Karena keberadaan kapang memproduksi asam amino dari bahan pati singkong. Pengolahan gatot dengan fermentasi inilah sehingga dari bakteri – yang ditumbuhkan menghasilkan protein yang tinggi.
Gatot merupakan bahan pangan dengan kandungan serat yang tinggi. Di dalam 100 gram gatot terkandung sekitar 4,2 gram serat pangan. Serat pangan yang cukup tinggi inilah, kita mampu mempertahankan eksistensi gatot sebagai makanan yang tinggi serat. Kita kembalikan lagi dengan fungsi serat bagi tubuh, bahwa serat mampu menyerap kolesterol yang terdapat pada tubuh, serat dapat mengikat kolesterol dan mengeluarkannya ke luar tubuh.
II. Visi
Menjadikan  Gatot sebagai makanan tradisonal khas Indonesia yang mampu menembus pasaran dunia.

III. Misi

–          Memasarkan Gatot di pasar tradisional maupun pasar modern
–          Mendirikan usaha wisata kuliner makanan khas Indonesia

IV. Analisa Peluang Usaha
Setiap kegiatan untuk memulai usaha, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu melalui analisis SWOT:
1. Strenght (Kekuatan)
    Kekuatan dari produk ini adalah:
    – Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat
   –  Makanan Tradisional yang patut dilestarikan

2. Weakness (Kelemahan)
    Kelemahan dari produk ini adalah:
    – kurang diminati oleh kalangan muda

3. Opportunity (Peluang)
    – jual online
    – dipasarkan kepada orang-orang tua

4. Threath (Ancaman)
    – Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang lebih murah

V. Marketing Mix
1.  Product (Produk)
Produk yang dijual adalah “gatot instan” yang merupakan makanan tradisional pengganti nasi
2. Price (Harga)
Harga perbungkus 400gr Rp 12.500 karena harga ini sangat terjangkau dan relatif murah
3. Promotion (Promosi)
Dalam melakukan promosi produk ini dengan cara online dan ditawarkan kepada para orang tua.
4. Place (Tempat)
karena cara penjualan dengan cara online maka tidak ada tempat khusus untuk menjualnya.

VII.  Perhitungan Modal dan Harga Jual
1.    Modal :
– produk/satuan            Rp 6.000 x 30Bks          Rp 180.000
– ongkos kirim 200/bks =     30x Rp 200              Rp 6000
—————–  Rp 186.000

2.    Harga Jual
–    Harga Jual:                     Rp 12.500 x 30bks = Rp 375.000
Harga Pokok Produk per unit:
Harga beli bahan baku                  Rp  6.000 x 30Bks
Ongkos kirim  Rp200 Rp200 x 30         Rp 6000
 Jumlah Hpp:                          Rp 186.000

VIII. Perhitungan Rugi Laba
Pendapatan dari penjualan                Rp.  375.000
Harga Pokok Penjualan                Rp.  186.000
Laba Kotor                        Rp.  189.000

    Biaya penjualan:
 
    Biaya transportasi                     RP   30.000
    Biaya lainnya                          Rp   10.000
                                               —————
                                              Rp 40.000

    Laba bersih                              Rp   149.000

    Perhitungan margin keuntungan =

    Rp   149.000
    —————- x 100% = 39.7%
    Rp 375.000

IX. Analisis Keuntungan :
      
       Pendapatan per bulan :
              Omzet Rp. 375.000 x 30 hari     =         Rp. 11.250.000
              Laba kotor per bulan 189.000 x 30     =         Rp.   5.670.000

       Keuntungan bersih per bulan :
             (Rp.189.000 – Rp. 40.000) x 30 =        Rp.   4.470.000

X. Kesimpulan
Kesimpulan bahwa agar produk yang kita pasarkan dapat diterima oleh semua kalangan, baik dalam negeri maupun luar negeri maka kita harus :
–    Membuat produk yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing;
–    Membuat desain yang baru dan harga terjangkau;
–    Membuat produk lebih cepat dan lebih murah;
–    Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.
 

Advertisements

D’Hijab Beauty (Hijab Lukis)

cropped-jilbab-lukis.jpg

Hijab Lukis

PROPOSAL BISNIS HIJAB LUKIS

A. LATAR BELAKANG

Dimasa sekarang ini, kebudayaan berkerudung atau berhijab semakin meluas. Sering sekali kita melihat para wanita yang kini memilih untuk berhijab. Dan tidak sedikit pula hijab kini dijadikan salah satu tren busana yang banyak diminati. Hijab kini bukan hanya sebagai identitas para wanita muslim, tetapi kini hijab telah menjadi karakter bagi banyak wanita. Kesadaran para wanita muslim untuk menutup aurat kini semakin besar, bukan hanya di kalangan wanita dewasa, hijab juga kini mulai tren di kalangan para remaja. Dan di sisi lain, berhijab membuat wanita semakin terlihat cantik, sopan dan memancarkan kesejukan dari dalam dirinya.  Untuk itu kami menciptakan tren hijab yang sesuai dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa. Kami menawarkan berbagai bentuk dan motif hijab yang dapat disesuaikan dengan kegiatan sehari-hari para wanita muslim, dengan harga yang terjangkau dengan budget anak remaja. Selain itu keunikan dari produk hijab kami yaitu, kami memproduksi hijab lukis dan dengan menggunakan brand yang kami buat sendiri dengan nama Queenly Hijab. Dan disamping kami memproduksi hijab dengan brand sendiri, kami juga menjual berbagai macam pernak-pernik yang dapat disesuaikan dengan hijab yang dipakai oleh konsumen, dan juga kami membuat turorial hijab agar dapat memberikan banyak pilihan gaya berhijab bagi konsumen.

B. TUJUAN

  1. Mendapatkan keuntungan dari produk yang kami produksi.
  2. Membuat kebiasaan berhijab di kalangan muslimah.
  3. Membuat produk yang dapat menjadi gaya berpenampilan modis bagi yang mengenakannya.
  4. Memberi kemudahan bagi wanita muslim untuk memilih berbagai jenis hijab yang sesuai dengan keinginannya.
  5. Membantu wanita muslim untuk mengekspolasi kreativitas dalam berhijab.
  6. Memberi pilihan yang memudahkan para wanita untuk senantiasa menjaga dan menutup aurat.

C.PELUANG BISNIS

Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena telah banyak wanita muslim yang memilih untuk memakai hijab, dan diantara mereka terkadang merasa bosan dengan tatanan jilbab yang terkadang monoton. Tetapi dengan adanya produk Queenly Hijab yang kami produksi dengan banyak motif dan bentuk hijab yang berbagai macam, para wanita muslimah tidak akan merasa bosan dan monoton dalam berhijab, serta dilengkapi dengan hijab lukis yang kami produksi, juga berbagai pilihan pernak-pernik hijab yang dapat menambah keindahan wanita muslim dalam berhijab. Selain itu kami juga membuat rekomendasi model maupun cara pakai atau tutorial hijab, dan pasti akan menarik perhatian para wanita.

D. NAMA USAHA

Usaha produk hijab yang kami dirikan diberi nama “D’Hijab Beauty”

E. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas wewenang dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan hubungan keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Demi tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.

Pengaturan ini dihubungkan dengan pencapaian tujuan bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya, wadah tersebut disusun dalam struktur organisasi dalam bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat tercapai.

Struktur organisasi mengidentifikasi peran dan tanggung jawab karyawan yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karenanya setiap perusahaan ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala perusahaan dan jenis perusahaan ataupun suatu usaha tersebut. Sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi kelemahan dari setiap bagian atau individu.

Struktur organisasi dari perusahaan ini direncanakan diketuai oleh seorang pemimpin yang disebut koordinator dan memiliki 4 orang departemen. Adapun perincian tugas-tugas departemen tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Departemen produksi, yaitu departemen yang bertugas memproduksi berbagai jenis hijab yang akan kami pasarkan.
  2. Departemen riset, yaitu departemen yang bertugas untuk mempelajari tren, karakteristik dan permintaan konsumen.
  3. Departemen kreatif, yaitu departemen yang bertugas mengembangkan dan memproduksi produk yang akan kami pasarkan.
  4. Departemen pemasaran, yaitu departemen yang menangani aktivitas penjualan dan pemasaran tersebut.

F. RENCANA LOKASI USAHA

Rencana lokasi operasional usaha akan ditempatkan didaerah yang memenuhi syarat sebagai berikut :

  • Lokasi berada di dekat pusat keramaian, misalnya di pasar, mall dan perkantoran.
  • Lokasi dekat denganhunian masyarakat.
  • Di lokasi tersebut memungkinkan semua kalangan masyarakat dapat berkunjung.

Selain itu kami juga berencana membuat online shop untuk memasarkan produk yang kami hasilkan, agar mempermudah para konsumen yang ingin memiliki produk yang kami jual tanpa harus berkunjung ke tempat usaha kami.

G. TARGET PELANGGAN

Sasaran atau target kami adalah seluruh wanita muslim dari segala usia. Baik yang telah berhijab maupun yang belum. Untuk itu kami memulai promosi dari daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Karena kami menganggap promosi akan lebih efektif jika terjadi dalam suatu kelompok.

Selain itu kami merencanakankan untuk membuka toko di sebuah pusat perbelanjaan seperti mall. Seperti rumah produksi, kami juga menyediakan fasilitas seperti jasa konsultasi, pemesanan. Selain itu sasaran kami tetap yaitu semua wanita muslim, yang berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut. Untuk itu, kami melakukan promosi di berbagai media, seperti media internet. Selain itu kami juga berencana membuat online shop untuk memasarkan produk yang kami hasilkan, agar mempermudah para konsumen yang ingin memiliki produk yang kami jual tanpa harus berkunjung ke tempat usaha kami.

H. ANALISA PEMASARAN PRODUK

Strategi pemasaran yang kami gunakan adalah:

  • Strategi Harga

Strategi harga dilakukan berdasarkan harga pasar, harga yang ditetapkan adalah harga yang disesuaikan dengan bahan produksi, model juga motif yang unik dan tidak pasaran, serta dengan kualitas yang baik.

  • Strategi Promosi
  • 1.         Promosi penjualan yang bisa dilakukan adalah  penyebaran brosur usaha, promosi dari mulut ke mulut, penekanan pada pendekatan perorangan dan mengikuti pameran-pameran.
  • 2.         Setiap pelanggan yang membeli produk Queenly Hijab lebih dari 3 buah akan mendapatkan buku tutorial hijab. Ini adalah salah satu bentuk promosi yang dapat menyedot banyak konsumen.
  • Strategi Bisnis

                                           1.         Mempelajari pesaing, ambil hal-hal yang baik dari mereka.

                                           2.         Melakukan modifikasi dalam membuat motif dan model hijab.

I. ANALISIS SWOT

  1. Strength (Kekuatan)
  2. Keunggulan produk

Kami menawarkan suatu produk yang mengangkat nilai keagamaan dan dipadukan dengan unsur keindahan. Kami juga memproduksi hijab lukis dengan brand yang kami buat sendiri , dan menyelipkan tutorial hijab yang memudahkan para konsumen untuk berhijab.

1. Keterampilan dan keahlian

Kami memiliki keterampilan untuk melakukan modifikasi motif jilbab dan keahlian memadupadankan jilbab dengan dalamannya.Bahan baku mudah di dapat : Bahan baku pembuatan jilbab ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta harganya tidak begitu mahal. Serta jenisnya beraneka ragam sehingga dapat meningkatkan pilihan hijab.

2. Weakness (Kelemahan) : Belum memiliki cukup pengalaman, Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang harus diatasi.Kurangnya Sumber Daya Manusia, Keterbatasan sumber daya manusia sebagi produsen atau pengrajin jilbab. Dalam menjahit dan menyulam diperlukan keterampilan khusus yang tidak setiap orang bisa melakukannya.

3. Opportunities ( Peluang ) : Banyaknya konsumen, Banyaknya wanita muslim yang berkerudung. Dan dengan produk ini akan menambah minat wanita untuk berkerudung. Pemasaran bisa dibilang cukup mudah karena kami hidup di lingkungan masyarakat yang mayoritas muslim dan berkerudung.

4. Threats ( Ancaman ) : Keacuhan konsumen, Terkadang wanita berjilbab kurang memperhatikan penampilannya. Dan kesibukan membuat mereka tampil apa adanya.

J. MEMULAI USAHA

Dalam memulai usaha ini ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam memulai usaha ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Keinginan mendesain sendiri hijab secara kreatif.
  2. Tempat atau lahan untuk membuka usaha.
  3. Memperbanyak wawasan tentang pembuatan hijab.
  4. Melakukan survei terhadap konsumen. Kemudian meminta masukan-masukan yang akan menunjang dan memajukan bisnis ini.
  5. Memiliki jaringan pemasaran yang luas.
  6. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan saat produksi.

K. KEUNGGULAN PRODUK

Keunggulan dari produk ini yaitu:

         1.         Memiliki berbagai macam model yang salah satunya dalah hijab lukis.

         2.         Memiliki brand tersendiri yang beda dengan produk lain.

         3.         Harga yang cukup terjangkau.

L. ANALISA 4P

  • Product (produk)

Produk yang dijual adalah hijab yang merupakan kebutuhan bagi para wanita muslim

  • Price (harga)

Harga yang ditawakan tergantung pada model dan motif masing-masing produk, dan relatif murah.

  • Promotion (promosi)

Dalam melakukan promosi produk ini dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat.

  • Place (tempat)

Tempat yang dipilih yaitu di tempat keramaian seperti mall dan membuka online shop untuk menjual dan mempromosikan produk D’Hijab Beauty.

M. PEMBIAYAAN

  • Biaya Tetap (Fixed cost) per tahun

Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan :

No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga
1 Jarum Jahit 12 pak Rp. 2500 Rp. 30.000
2 Alat lukis 10 pak Rp. 20.000 Rp. 200.000
3 Gunting 6 buah Rp. 30.000 Rp. 180.000
4 Benang jahit 10 buah Rp. 5.500 Rp. 55.000
TOTAL Rp. 465.000
  • Biaya Variabel (Variable cost) – Per Bulan :
No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga
1 Jilbab paris 150 lbr Rp. 10.000 Rp. 1.500.000
2 Pashmina 150 lbr Rp. 15.000 Rp. 2.250.000
3 Kain Perca 1 karung Rp. 75.000 Rp. 75.000
4 Album tutorial 150 Rp. 3000 Rp. 450.000
5 Plastik Kemasan 2 pak Rp. 5000 Rp. 10.000
6 Listrik dan Internet Rp. 50.000 Rp. 50.000
TOTAL Rp. 4.335.000
  • Biaya Total

Biaya total       = Variable cost + Fixed cost

                                    = Rp. 4.335.000+ Rp. 465.000

                                    = Rp. 4.800.000          

  • Biaya dan Harga Per Unit

Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah Rp. 465.000 : 12 bulan = Rp. 38.750

Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan = Rp. 38.750 + Rp4.335.000 = Rp 4.373.750

Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang dihasilkan per bulan. Rp 4.373.750 : 150 buah = 29.158.333

Harga jual per unit Rp 45.000

  • Modal Awal

Modal awal     = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1 Bulan

                                    = Rp 465.000 + Rp 4.335.000

                                    = Rp 4.800.000

  • Analisis Titik Impas (Break Even Point)

BEP harga       = Total biaya produksi selama 1 bulan : Produksi

                                    = Rp. 4.373.750 : 150 buah = Rp. 29.158.333

Harga jual per unit Rp 55.000

BEP produksi  = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit

                                    = Rp 4.373.750 : 55.000 = 79 buah

Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 set hijab lukis yang harus terjual adalah 79 dengan harga per produk adalah Rp 55.000

  • Analisis Keuntungan

Pendapatan : Hijab Lukis yang terjual x harga jual     = 150 x Rp 55.000

                                                                                                = Rp. 8.250.000

Total biaya produksi dalam 1 bulan : Rp. 6.750.000

Keuntungan     = Pendapatan –Total biaya produksi

                                    = Rp 8.250.000  – Rp 4.373.750

                                    = Rp 3.876.250

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 150 Hijab lukis dengan harga Rp 55.000 per buah dalam 1 bulan adalah Rp 3.876.250

  • Pengembalian Modal     

Total biaya Produksi : Laba usaha      = Rp 6.750.000 : Rp 3.876.250

                                                                        = 1,74 bulan (58 hari)     

Catatan : Dalam 1 bulan diproduksi  150 buah hijab lukis

Hijab lukis yang harus dijual per hari  = 150 : 30 hari

                                                                        = 5 set hijab lukis

Maka, Pay Back Period           = BEP Produksi : Penjualan per hari

                                                            = 79 : 5

                                                            = 16 hari

Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 16 hari dengan penjualan 5 set hijab lukis tiap harinya.

N. RESIKO USAHA

  • Analisis resiko usaha dan antisipasinya

Setiap perbuatan tentu melahirkan resiko. Demikian pula produk kami akan mendatangkan berbagai resiko sebagai berikut.

  1. Produk kurang menarik minat muslimah.

Manusia memiliki selera yang berbeda satu sama lain. Demikian pula dalam hal berpakaian dan berjilbab. Banyak wanita, khususnya wanita berjilbab yang kurang memperhatiakan penampilan mereka dikarenakan kesibukan dan kurangnya rasa percaya diri.

2. Jilbab yang kadaluarsa

Adakalanya barang tidak mudah terjual dan memenuhi stand, toko atau bahkan gudang. Sehingga menimbulkan kesan monoton dan menurunkan kualitas produk.

3. Modal usaha

ini memang tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Tetapi juga tidak bisa dibilang memerlukan modal yang relatif kecil. Sebagai usaha membangun suatu kualitas, modal awal demi terwujudnya suatu produksi yang maksimal sangat dapat mendukung keberlangsungan usaha.

  • Antisipasi kami terhadap resiko-tersebut:
  1. Produk kurang menarik minat muslimah

Setiap orang pasti memiliki persepsi terhadap apa yang mereka lihat. Cara kami mengantisipasi kurangnya minat konsumen ini adalah dengan melakukan promosi secara mendalam dan menyeluruh. Jadi bukan hanya kami bertujuan untuk mendapatkan keuntunga. Tetapi kami juga bertujuan untuk membantu para wanita memperindah penampilan mereka. Sehingga mereka dapat tertarik untuk memperhatikan dan mencoba produk kami.

2. Jilbab yang kadaluarsa

Kami melakukan antisipasi dengan membuat peta produksi. Dimana telah ditentukan barang mana yang harus diedarkan dan haru telah ditarik kembali dari peredaran pada waktu yang telah ditentukan. Sehingga tidak ada penumpukan barang yang membuat konsumen selalu melihat barang sama. Barang yang telah ditarik tersebut akan kembali dirombak dan dijadikan produk baru yang kemudian diedarkan kembali.

3. Modal usaha

Modal usaha adalah hal terpenting dalam melakukan suatu bisnis. Untuk memenuhi modal usaha kami memilih untuk melakukan peminjaman kepada bank yang memiliki bunga peminjaman terkecil.

PENUTUP

Kesimpulan

Harapan kami untuk usaha “D’Hijab Beauty” ialah supaya produk ini bisa lebih berkembang dan maju dan banyak konsumen yang berminat. Disamping itu, kami mengharapkan supaya produk ini tidak terus berkembang.

Saran

Agar pelaksanaan suatu usaha dapat berjalan lancar, maka kami mempunyai beberapa saran, yaitu:

  1. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa di laksanakan.
  2. Pandai berkomunikasi.
  3. Mempunyai etos kerja yang tinggi.
  4. Mau mendengarkan kritik dan saran dari orang lain.
  5. Tidak mudah putus asa.
  6. Mampu menghasilkan produk yang berkualitas.
  7. Mengutamakan kepuasan pelanggan.
  8. Disiplin,bertanggung jawab,kreatif dan inovatif.